Fungsi, dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap anggota sebuah himpunan (dinamakan sebagai domain) kepada anggota himpunan yang lain (dinamakan sebagai kodomain). Istilah ini berbeda pengertiannya dengan kata yang sama yang dipakai sehari-hari, seperti “alatnya berfungsi dengan baik.” Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Istilah “fungsi”, “pemetaan”, “peta”, “transformasi”, dan “operator” biasanya dipakai secara sinonim.
Jumat, 13 Juni 2014
FUNGSI.
Fungsi, dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap anggota sebuah himpunan (dinamakan sebagai domain) kepada anggota himpunan yang lain (dinamakan sebagai kodomain). Istilah ini berbeda pengertiannya dengan kata yang sama yang dipakai sehari-hari, seperti “alatnya berfungsi dengan baik.” Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Istilah “fungsi”, “pemetaan”, “peta”, “transformasi”, dan “operator” biasanya dipakai secara sinonim.
33 = 2a2 4a + 3
Faktorkan:
Sehingga
SUMBER:
http://matematikastudycenter.com/kelas-11-sma/80-fungsi-komposisi-dan-komposisi-fungsi#ixzz34WvqRXvl
Senin, 12 Mei 2014
CYBER BULLYING
HELLO, FELLAS!! ^^
Kali ini saya akan membahas tentang Cyber Bullying.
Kenapa memutuskan untuk mengangkat tema Bullying?
Alasannya karena hampir setiap hari tayangan berita di layar kaca Indonesia (read: TV) ga ada habisnya menayangkan
tentang adanya aksi Bullying khususnya
di sekolah dan pelakunya adalah anak-anak dibawah umur.
Lalu, Apa itu
Bullying?
Bullying
adalah penggunaan kekerasan atau paksaan untuk menyalahgunakan atau
mengintimidasi orang lain.
Ada banyak jenis Bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti
memukul, mendorong, dan sebagainya. Lalu yang sering kita temukan dalam
kehidupan sehari-hari seperti menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata
kasar.
Belakangan ini ada salah satu jenis Bullying yang dilakukan melalui bantuan
teknologi, khususnya media sosial. Media sosial yang tujuan awalnya adalah
untuk mempererat jaringan pertemanan malah disalahgunakan oleh remaja-remaja
yang tidak bertanggung jawab.
Nah, makin canggihnya teknologi yang berkembang di Indonesia mengakibatkan
salah satu dampak negatif yang telah merusak moral anak bangsa. Yakni Cyber Bullying.
Apa itu Cyber Bullying?
Cyber
Bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan
dilakukan teman seusia mereka melalui internet. Cyber Bullying terjadi dimana seorang anak atau remaja diejek, dihina,
diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media
internet, teknologi digital atau telepon seluler.
Kasus Cyber Bullying yang saat ini
sedang marak terjadi adalah membuat akun facebook/twitter palsu khusus untuk
mengejek/menghina seseorang dengan kata-kata kasar yang tidak seharusnya
diucapkan pada media sosial, membuat gosip dan memfitnah seseorang sehingga ia
di jauhi oleh teman-temannya, mengunggah foto/video seseorang yang diedit
menjadi gambar yang tidak pantas sehingga korban bully menjadi malu, dan masih banyak yang lainnya.
Apakah yang
menjadi korban Cyber Bullying hanya kaum
minoritas yang biasanya digolongkan sebagai anak-anak “Cupu”?
Jawabannya tidak.
Beberapa “Anak Eksis” atau “Anak Gaul” di media sosial juga bisa jadi korban Cyber Bullying.
Lalu, apa
alasan seseorang dapat melakukan Cyber
Bullying?
Motivasi seseorang melakukan Cyber Bullying diantaranya adalah:
- - Marah, sakit hati, balas dendam atau karena frustasi.
- - Haus kekuasaan dengan menonjolkan ego dan menyakiti orang lain.
- - Untuk hiburan, mentertawakan atau mendapatkan reaksi.
Beberapa tips untuk mencegah dan menghentikan Cyber Bullying:
1. Jangan direspon. Para pelaku bullying biasanya menunggu-nunggu reaksi korban, makin direspon makin senang. Untuk itu, jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan.
2. Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyber bullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini.
3. Simpan semua bukti. Cyber Bullying berlangsung di media digital, korban akan lebih mudah meng-capture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.
4. Jangan pernah cari sensasi di dunia maya. Perilaku buruk yang dilakukan, seperti membicarakan orang lain, bergosip, atau memfitnah, akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban Cyber Bullying.
Okaay. Sekian penjelasan saya tentang aksi Cyber Bullying yang sedang marak di kalangan remaja Indonesia. Kita tetap harus menjaga etika walaupun hanya di dunia maya. Komentar-komentar yang dapat menyakitkan orang lain bisa saja mengakibatkan seseorang merasa kesal atau marah. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam berucap di media sosial. ^^
Langganan:
Postingan (Atom)