Sabtu, 21 November 2015

TUGAS III PSIKOLOGI MANAJEMEN



A.      Mengendalikan Fungsi Manajemen

1.       Definisi Mengendalikan (Controlling)
Manajemen adalah suatu rangkaian aktivitas (termasuk perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Pengendalian atau controlling adalah bagian terakhir dari fungsi manajemen. Fungsi ini sangat penting dan sangat menentukan pelaksanaan proses manajemen, karena itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya.
Pengendalian manajemen adalah suatu usaha sistematik oleh manajemen bisnis untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah diterapakan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan­-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Beberapa pengertian pengendalian menurut para Ahli :
Menurut Konntz dan O’Donnell (1964), Pengendalian adalah pengukuran atau perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan organisasi dapat terselenggara dengan baik.
Menurut George R. Terry, Pengendalian dapat didefinisikan  sebagai proses penentuan, apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selaras dengan standar.
Menurut Robert J. Mockler, Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapakan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

2.     Langkah - Langkah Controlling
                   Menurut Kadarman (2001) langkah-langkah proses pengawasan yaitu:
a.   Menetapkan Standar
Karena perencanaan merupakan tolak ukur untuk merancang pengawasan, maka secara logis hal irri berarti bahwa langkah pertama dalam proses pengawasan adalah menyusun rencana. Perencanaan yang dimaksud disini adalah menentukan standar.
b.   Mengukur Kinerja
Langkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau mengevaluasi kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.
c.   Memperbaiki Penyimpangan
Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak ada tindakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

3.       Tipe-Tipe Controlling
               Ada 4 tipe kontrol dalam pengendalian manajemen, yaitu :
a.   Pengendalian dari dalam organisasi (kontrol internal)
Pengendalian dari dalam organisasi adalah pengendalian yang dilakukan oleh oleh aparat/unit pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu sendiri (dalam satu atap). Aparat/unit pengendalian ini bertugas mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pimpinan dapat mengambil suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya (internal control), misalnya unit kerja Inspektorat Jenderal sebagai unit pengawasan di tingkat departemen.
b.   Pengendalian luar organisasi (kontrol eksternal)
Pengendalian luar organisasi adalah pengendalian yang dilakukan oleh Aparat/Unit Pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen (lembaga pemerintah lainnya) atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan/pengendalian terhadap organisasinya. Misalnya Konsultan Pengawas, Akuntan swasta dan sebagainya.
c.   Pengendalian preventif
Pengendalian preventif adalah pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan. Maksud pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan.
d.   Pengendalian represif
Pengendalian represif adalah pengendalian yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan pekerjaan. Maksud dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari yang telah direncanakan (dalam pengendalian anggaran disebut post- audit).

4.     Strategi Controlling dalam Manajemen
Proses pengendalian adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan manajer untuk memastikan bahwa tujuan umum dan stategi yang dipilih telah diterapkan sesuai yang diinginkan.
Adapun bagan proses pengendalian dapat digambarkan sebagai berikut:
a.    Penetapan standar pelaksanaan
b.   Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
c.    Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata
d.   Pembandingan dengan standar pelaksanaan
e.    Pengambilan tindakan koreksi bila perlu
         
B.       Kekuasaan dan Pengaruh

1.       Pengertian Kekuasaan
Pengertian kekuasaan menurut para Ahli :
Menurut Max Weber, kekuasaan merupakan suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan. Sedangkan menurut Walter Nord, kekuasaan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran, energi dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya. Kekuasaan dipergunakan hanya jika tujuan-tujuan tersebut paling sedikit mengakibatkan perselisihan satu sama lain.
Menurut Miriam Budiardjo, kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. Sedangkan menurut Abdul Muiz, Kekuasaan adalah suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Kekuasaan seringkali dipergunakan silih berganti dengan istilah pengaruh dan otoritas.

2.       Sumber – Sumber Kekuasaan
Ada pun sumber kekuasaan itu sendiri ada 3 macam,yaitu:
a.   Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan
1)    Kekuasaan formal atau Legal
Contohnya komandan tentara, kepala dinas, presiden atau perdana menteri.
2)    Kekuasaan atas sumber dan ganjaran
Majikan yang menggaji karyawannya, pemilik sawah yang mengupah buruhnya, kepala suku atau kepala kantor yang dapat memberi ganjaran kepada anggota atau bawahannya.
3)    Kendali atas hukum
Kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut. Contohnya perman-preman yang memunguti pajak dari pemilik toko. Para pemilik toko mau saja menuruti kehendak para preman itu karena takut mendapat perlakuan kasar.
4)    Kendali atas informasi
Siapa yang menguasai informasi dapat menjadi pemimpin. Contohnya orang yang paling tahu jalan diantara serombongan pendaki gunung yang tersesat akan menjadi seorang pemimpin. Ulama akan menjadi pemimpin dalam agama. Ilmuan menjadi pemimpin dalam ilmu pengetahuan.
5)    Kendali ekologik (lingkungan)
Sumber kekuasaan ini dinamakan juga perekayasaan situasi.
b.   Kekuasaan yang bersumber pada kepribadian.
1)    Keahlian atau keterampilan
Contohnya pasien-pasien di rumah sakit menganggap dokter sebagai pemimpin karena dokterlah yang dianggap sebagai ahli untuk menyembuhkan penyakitnyaa.
2)    Persahabatan atau kesetiaan
Sifat dapat bergaul, setia kawan atau setia kepada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan sehingga seseorang dianggap sebagai pemimpin.
3)    Kharisma
Ciri kepribadian yang menyebabkan timbulnya kewibawaan pribadi dari pemimpin juga merupakan salah satu sumber kekuasaan dalam proses kepemimpinan.
c.   Kekuasaan yang bersumber pada politik
1)    Kendali atas proses pembuatan keputusan
Ketua menentukan apakah suatu keputusan akan di buat dan dilaksanakan atau tidak.
2)    Koalisi
Ditentukan hak dan wewenang untuk membuat kerjasama dalam kelompok.
3)    Partisipasi
Pempimpin yang mengatur pastisipasi dari masing-masing anggotanya.
4)    Institusionalisasi
Pempimpin agama menikahkan suami istri. Notaris atau hakim menentapkan berdirinya suatu perusahaan.

3.       Definisi Pengaruh
Pengaruh (influence) adalah suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.” Sementara itu, Surakhmad (1982) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya.
Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.
Sebagai esensi dari kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan.
Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.

4.       Pengaruh Taktik dalam Organisasi
Taktik-taktik mempengaruhi (Influence Tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.
Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl dkk, yaitu yang disebut Influence Behavior Questionnaire (Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992). Hasil penelitian Yukl dkk, menun-jukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
a.   Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
b.   Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.
c.   Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanakan.
d.   Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.
e.    Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
f.     Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
g.   Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.
h.  Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
i.     Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.


Referensi :
Sukiswa, Iwa. (1986). Dasar-Dasar Umum Manajemen Pendidikan. Bandung: Tarsito.
Hasibuan, Malayu. (2009) Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah Jakarta: Bumi Aksara.
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/…/bab7_dasar_dan_teknik_pengawasan\
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/managemen_strategik/bab10_sistem_pengendalian_strategi.pdf
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=110534

Minggu, 01 November 2015

Tugas II Psikologi Manajemen



Pada tugas kedua mata kuliah psikologi manajemen ini, saya akan menjelaskan tentang Pengorganisasian Struktur Manajemen dan Actuating dalam Manajemen. Berikut adalah penjelasannya..

A.    Pengorganisasian Struktur Manajemen
Organisasi adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih orang yang bekerja bersama-sama dalam suatu bentuk yang ditetapkan untuk mencapai sejumlah tujuan.

1.     Pengertian Struktur Organisasi (Organizing)
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

2.     Pengorganisasian sebagai Fungsi dari Manajemen
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen, meliputi :
a.       Organisasi Formal
Organisasi formal adalah  suatu organisasi yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya.
Contoh :  Perseroan Terbatas (PT), sekolah, negara, dsb.
b.       Organisasi Informal
Organisasi informal adalah  kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.  
Contoh : Kegiatan arisan, belajar kelompok, makan malam bersama, dsb.

3.     Manfaat Struktur Fungsional dan Divisional
a.      Struktur Fungsional diciptakan oleh F. W. Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berbeda-beda.
Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan area spesialisasi sebagai dasar eksistensi sebuah departemen. Struktur ini lazim ditemukan pada perusahaan kecil dan menengah, yang memusatkan pengambilan keputusan pada tingkat tertinggi dari perusahaan.
Manfaat Struktur Fungsional :
1)    Efisiensi melalui spesialisasi
2)    Komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana
3)    Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak
4)    Dapat mendelegasi keputusan operasional sehari-hari
5)    Mempermudah pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi
b.     Struktur Divisional adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi.  Struktur-struktur ini dibagi ke dalam: Departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis. Perbedaan keterampilan merupakan dasar departementalisasi, dan bukannya kesamaan keterampilan.
Manfaat Struktur Divisional :
1)    Lebih mudah dalam pengelolaannya karena memecah organisasi menjadi divisi yang lebih kecil.
2)    Memungkinkan pembuatan keputusan strategis yang lebih luas dan konsentrasi penuh pada tugas-tugas.
3)    Tempat latihan yang baik bagi para manajer strategik.
4)    Manajer dapat memilih struktur (produk, geografis, pasar) yang paling sesuai dengan divisinya.
5)    Sesuai untuk lingkungan yang cepat berubah, tanggapan yang cepat pada perubahan karena adanya.

4.     Kerugian dari Struktur Fungsional dan Struktur Divisional
a.      Kerugian dari Struktur Fungsional :
1)    Dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi
2)    Mengakibatkan sulitnya koordinasi di antara bidang-bidang fungsional
3)    Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi
4)    Identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis dapat membuat perubahan menjadi sulit
b.     Kerugian Struktur Divisional :
1)    Memungkinkan berkembangnya persaingan disfungsional antar sumber daya organisasi dan konflik antara tugas-tugas & prioritas-prioritas.
2)    Kepentingan divisi mungkin ditempatkan di atas kepentingan organisasi secara keseluruhan.
3)    Kebijakan divisi tidak konsisten dengan kebijakan divisi lain maupun dengan kebijakan organisasi.
4)    Timbulnya masalah dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya perusahaan.
5)    Adanya duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu.
6)    Duplikasi sumberdaya lintas divisi.
7)    Kurang pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi.
8)    Koordinasi yang buruk lintas divisi.
9)    Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak.

5.     Kasus Organisasi

Keluhan Gangguan Jaringan, PT Telkom Lambat Menangani

Selasa, 28 April 2015  10:30
SITUBONDO (BM) - Pelanggan PT Telkom mengeluhkan layanan jaringan yang sulit diakses. Keluhan warga Situbondo itu terjadi sudah dua pekan ini. Keluhan pelanggan itu pada jaringan handfond yang tidak normal, jaringan putus- putus hingga tak terkoneksi.

Seperti yang dituturkan Evan, seorang penjual pulsa di Desa Tanjung Sari Kecamatan Mangaran Situbondo, jaringan telkom sering kali gangguan saat dia melayani pembeli pulsa untuk isi ulang. Setiap kali gangguan itu dilaporkan kepada petugas PT Telkom setempat, selalu terkesan lambat penanganannya.

Sehingga harus menunggu beberapa hari untuk perbaikan. “Saya merasa dirugikan dengan jaringan internet terganggu. Secara tidak langsung menyebabkan usaha isi ulang pulsa ikut lesu. Semestinya jika mendapat keluhan pelayanan untuk perbaikan segera dilakukan,” keluhnya, Senin, (27/4).

Beberapa pengguna jasa telkom di Situbondo mengungkapkan untuk pelayanan perbaikan jaringan dari PT Telkom dinilai pelanggan tidak memuaskan. Sebab, ketika pelanggan meminta agar teknisi PT Telkom memeriksa jaringan atau melakukan perbaikan, petugas tidak dengan cepat menanggapi keluhan tersebut. “Baru beberapa hari diperbaiki, itu pun tidak beres juga atau jaringannya masih saja ngadat,” imbuhnya. 

Hal senada juga disampaikan pengguna speedy terkait gangguan internet melalui jaringan speedy di tempat kerjanya dalam sepekan terakhir ini. Sehingga ikut mengganggu pekerjaannya sebagai jurnalis. “Terpaksa kami memakai modem telkom walaupun kualitas aksesnya masih lebih baik speedy," ujarnya.

Namun saat akan dikonfirmasikan ke PT Telkom, ternyata sejumlah wartawan malah menuai kekecewaan karena tak ada tanggapan dan dilarang masuk ke perusahaan tersebut. "Mohon maaf kalau mau wawancara harus bawa surat dari kantor anda. Kalau sudah ada suratnya silahkan,” ujar petugas pelayanan tamu. (edo/edi/nov)

Analisa Kasus:
Organisasi Perusahaan adalah suatu organisasi yang mempunyai tujuan mencari profit. Perusahaan memiliki ciri khas atau tipe nya masing-masing. Kesuksesan sebuah perusahaan tergantung kepada pemimpin perusahaan itu berdasarkan cara kepemimpinannya serta kharisma yang dimiliki namun didukung oleh kerja sama yang ada diperusahaan tersebut. Pemimpin harus sering berkomunikasi serta menyatukan visi dan misi kepada karyawannya atau staffnya agar tidak terjadi miss communication yang berdampak buruk untuk perusahaan tersebut. Seorang pemimpin yang baik juga sebaiknya mampu menampung berbagai bentuk saran dan kritik yang diungkapkan bawahan supaya perusahaan tersebut menjadi lebih baik.  Selain itu dalam unit usaha atau organisasi  kita juga harus membuat suatu struktur organisasi yang tepat sesuai dengan kondisi yang ada agar pencapaian tujuan usaha yang kita buat akan lebih terarah. Dengan struktur organisasi yang jelas yang baik maka akan diketahui sampai mana wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan tugasnya.
PT. Telkom Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang komunikasi. Perusahaan tersebut didirikan guna pengantisipasian perkembangan teknologi yang begitu pesat. PT. Telkom termasuk kedalam organisasi perusahaan unit besar dan termasuk jenis perusahaan perusahaan Perseroan Terbatas yang memiliki jumlah karyawan yang begitu banyak yang tersebar ke seluruh Indonesia. Para staffnya pun bekerja menurut keahliannya masing-masing supaya terstruktur. Kemudian harus memiliki solidaritas dan displin kerja yang tinggi. Dikarenakan PT. Telkom Indonesia adalah perusahaan yang besar sehingga kemungkinan besar banyak kerugian yang timbul serta sering terjadinya miss communication.
Contoh kasus yang beru-baru ini terjadi adalah adanya keluhan dari pelanggan PT Telkom yang berada di Situbondo yang mengeluhkan layanan jaringan yang sulit diakses. Keluhan pelanggan itu pada jaringan handfond yang tidak normal, jaringan putus- putus hingga tak terkoneksi sehingga pelanggan merasa dirugikan.

Saran dan Kesimpulan :
Dilihat dari masalah yang dihadapi PT. Telkom, sebenarnya memang tidak mudah menggerakan perusahaan dengan banyaknya karyawan yang bekerja didalamnya maka menyebabkan sering terjadinya miss communication. Solusinya adalah menjaga komunikasi dari berbagai divisi agar tidak terjadi miss communication. Kemudian,  mengkaji kembali struktur organisasi fungsional dan divisional dari PT Telkom, memperbaiki pelayanannya, lebih responsif, dan meningkatkan rasa tanggung jawab kepada pelanggan sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan dan dikecewakan oleh pelayanan dan jasa yang diberikan oleh PT. Telkom.

6.     Referensi
aurelio.staff.gunadarma.ac.id/.../4_Aspek-SDM-dan-Organisasi-1.pdf
staff.uny.ac.id/..../Bab%207%20Pengorganisasian&%20Personalia.pdf

B.     Actuating dalam Manajemen
1.     Pengertian Actuating dalam Manajemen
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi
Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :
a.      Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
b.     Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya,
c.      Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak,
d.     Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
e.      Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

2.     Pentingnya Actuating dalam Manajemen
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Artinya menggerakkan orang-orang agarmau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.
Fungsi Actuating :
a.      Mempengaruhi orang – orang agar bersedia menjadi pengikut
b.     Menaklukan daya tolak seseorang
c.      Membuat orang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non-manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan. 

3.     Prinsip – prinsip Actuating Manajemen
Prinsip-Prinsip Penggerakan/ Pelaksanaan (Actuating)
Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:
a.      Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
b.     Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
c.      Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
d.      Menghargai hasil yang baik dan sempurna
e.      Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
f.       Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
g.     Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

4.     Referensi
 

DINKY'S BLOG Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang