Minggu, 12 Oktober 2014

INTERNET DAN PSIKOLOGI



Pada era globalisasi ini, “Internet” tentu telah menjadi kata yang tidak asing terdengar di telinga kita. Apa yang terbayang dalam benak kalian saat mendengar kata internet? Media virtual serba ada? Suatu jaringan komputer? Ya benar sekali. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas bersama-sama pengertian dari internet itu sendiri.

Internet (Interconnection network) berasal dari bahasa latin “inter” yang berarti “antara”. Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan, digunakan standar protokol internet yaitu TCP/IP. TCP bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan baik, sedangkan IP bertugas untuk mentransmisikan paket data dari satu komputer ke komputer lainya.

Sejarah internet awalnya berasal dari proyek ARPA yang dibentuk tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Seikat. Proyek ini kemudian dikenal dengan ARPANET (Advanced Research Projrct Agency Network) yang melakukan riset tentang cara menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lain agar bisa saling berkomunikasi. Pada tahun 1970, proyek ini berhasil menghubungkan lebih dari 10 komputer dalam bentuk jaringan, dan beberapa tahun kemudian hasil riset proyek ini dikembangkan diluar Amerika. Karena jumlah komputer yang terhubung semakin banyak, maka tahun 1980 dibuatlah protokol resmi yang dikenal dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Nah, setelah kita mengetahui pengertian dan sejarah singkat dari internet. Saya akan membahas bersama pengaruh internet bagi psikologis seseorang.

Internet memberi banyak sekali kemudahan untuk setiap kegiatan kita, internet juga menyimpan dampak positif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa dampak positif dari menggunakan fasilitas internet antara lain, media yang mempermudah kita sebagai pengguna untuk pencarian data secara cepat, selain itu internet juga dapat menjadi media aktualisasi diri yang sangat efisien, yakni memperbanyak relasi. Dampak positif lainnya adalah dapat meningkatkan daya kreatifitas seseorang.

Selain memiliki dampak positif internet pun memiliki dampak negatif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa diantaranya adalah pornografi, netgaming, Cybersexual addiction, Cyber-relational addiction, dan computer addiction. Dari beberapa dampak negatif di atas, dampak yang paling umum dan yang paling “popular” adalah pornografi/Cybersexual.

Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan internet yang telah disebutkan diatas, secara langsung atau tidak langsung dapat berpengaruh pada psikologis si pengguna internet tersebut(kita). Pengaruh atau dampak dari perkembangan internet pada psikologis pengguna juga ada sisi positif dan negatifnya. Untuk sisi positifnya, seperti yang telah disebutkan di atas, meningkatkan daya kreatifitas. Meningkatnya kreatifitas ini dipengaruhi oleh pribadi yang selalu ingin berkembang dan berinovasi. Dengan banyaknya informasi yang tersedia & didapatkan dari internet, maka si pengguna pun terlatih untuk menciptakan atau membuat informasi – informasi dan “karya” yang baru.

Dampak negatif dari perkembangan internat bagi psikologis pengguna diantaranya adalah menurunnya moral pengguna, Mengapa? Penurunan moral ini sangat berkaitan dengan pornografi yang tersebar bebas di internet dan dapat diakses oleh umum. Lalu dapat menyebabkan dampak anti sosial bagi pengguna. Hal ini mungkin baru kiat dengar, tetapi dalam beberapa kasus hal ini memang ada. Dampak anti sosial ini terjadi karena si pengguna menjadi addict(ketagihan) terhadap internet itu sendiri. Addiction ini sendiri terjadi karena pengguna menemukan kenyamanan yang lebih saat menggunakan fasilitas internet ini. si pengguna lebih nyaman berada dan berinteraksi di dunia maya dibandingkan dengan di dunia nyata, sehingga dia lebih memilih internet daripada hal lain hal ini biasa disebut dengan internet addiction. Selain internet addiction, Cyber-relational addiction pun bisa menjadi salah satu faktor penyebab terbentuknya sifat/pribadi yang anti sosial dalam dunia nyata.

Dalam kasus lain, dampak negatif dari internet terhadap psikologis pengguna adalah si pengguna menjadi pribadi yang tertutup. Hal ini biasanya disebabkan karena si pengguna telah “bersahabat baik” dengan dunia maya tanpa batas ini sendiri yaitu dengan membiasakan diri bercerita tentang apa yang dia rasakan di fasilitas – fasilitas internet contohnya di blog, jejaring sosial, dll.

Internet yang sering kita sebut media serba ada ini bahkan menyediakan layanan yang seharusnya dirahasiakan. Salah satunya adalah tes psikologi online, seperti tes kepribadian serta tes untuk masuk kerja. Di kalangan psikologi, fenomena ini dikenal dengan Online Psychotest (OP). Dulu tes psikologi atau yang sering disebut dengan psikotes adalah sesuatu yang cukup rahasia yang hanya dapat diketahui oleh orang-orang tertentu saja. Namun seiring dengan perkembangan teknologi tes tersebut dapat kita lihat dengan mudahnya. Tak hanya psikotes yang tersebar dengan cepat lewat internet, namun ada beberapa alat tes yang seharusnya menjadi rahasia para psikolog pun dapat kita akses dengan mudahnya. Dampak negatifnya individu akan mengalami resistansi (kebal) atau sudah mengetahui materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.

Berbagai situs penyedia jasa OP ini laku keras di dunia maya. Coba kita berseluncur di google, dengan mengetikkan psikotest onlinemaka akan muncul berbagai situs, baik dari personal blog maupun website yang menyediakan berbagai jasa.

Nah, yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah euforia terhadap OP ini didukung pula oleh kebenaran dan validitas dari alat-alat tes itu sendiri? Jika memang tes-tes yang digunakan di dalam OP tersebut adalah bagian dari psikodiagnostik, maka apakah si pembuat OP tersebut melakukan pelanggaran etika? Dimana pelanggaran etika tersebut?

Berdasarkan kode etik psikologi yang disepakati oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), ada beberapa pasal yang mengatur tentang ketentuan seseorang dalam mengadakan praktik psikodiagnostik, yaitu Pasal 1 (poin a-d) tentang Pengertian, Pasal 10 tentang Interpretasi Pemeriksaan, dan Pasal 16 (Penggunaan dan Penguasaan Sarana Pengkuran Psikologik). Secara ringkas, pasal-pasal tersebut membahas tentang penyelenggaran psikodiagnostik termasuk analisa hasil pemeriksaan hanya bisa dilakukan oleh psikologi yang memiliki izin praktek serta wajib menjaga agar alat tersebut tidak digunakan oleh orang yang tidak memiliki wewenang dan kompetensi. 

Jika kemudian diperhatikan dengan seksama, tes yang terdapat di berbagai media online dan telah dibisniskan banyak yang berasal dari penulis yang non psikologi. Selain itu pula, meski ada yang berasal dari psikolog sendiri, ia pun dapat dinilai melakukan pelanggaran karena mencantumkan cara analisa tes.

Memang tidak dapat dapat dipungkiri, popularitas masyarakat kita terhadap dunia psikologi terutama tes kepribadian dan sebagainya sangat tinggi. Terlebih hal ini sudah hadir di dunia online yang menjawab kebutuhan primer akan internet. Bisnis yang hadir disini pun begitu menggiurkan, yaitu hanya posting saja bagian tertentu dalam tes tersebut, dan jika ingin memiliki keseluruhan tes dan hasil, silahkan mentransfer sejumlah uang ke rekening si pembuat OP, simpel bukan? Akan tetapi, perlu disadari bahwa disini juga terkait dengan kode etik profesi, beserta validitas dan reliabilitas yang dihadirkan pada tes tersebut.

Dari penjelasan tentang internet dan psikologi di atas, dapat kita lihat dampak negatif dari perkembangan internet lebih banyak dibandingkan dengan dampak positifnya. Tetapi semua itu tidak selalu bisa menjadi acuan kita terhadap internet karena semua kembali lagi kepada diri setiap individu pengguna fasilitas internet. Tergantung bagaimana kita dapat menggunakan internet dengan sebaik-baiknya. Jadi, gunakanlah fasilitas media komunikasi internet ini dengan bijak.






Source        :
http://www.likethisya.com/pengertian-internet.html
http://www.termasmedia.com/65-pengertian/71-pengertian-internet.html
http://4jipurnomo.wordpress.com/dampak-perkembangan-internet-bagi-psikologis-seseorang/
http://carihoki.blogspot.com/2013/07/online-psychotest-antara-bisnis-dan.html#ixzz3FigH65Fh
http://adistinatalia31.blogspot.com/2012/11/dampak-positif-dan-negati-tes-psikologi.html

11 komentar:

  1. Dyan..terimakasih infonya terutama tentang kode etik Psikologi On Line.

    BalasHapus
  2. bagus nih isi blognya, ditunggu ya postingan selanjutnya dyan

    BalasHapus
  3. Wah infonya menarik sekali , sangat bermanfaat ^^

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya:D nice posting:)

    BalasHapus
  5. Nice post Dyan, ditunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  6. Menarik banget informasinya. Ditunggu postingan selanjutnya ya Dyan ;)

    BalasHapus
  7. keren loh. bahasanya juga baik, ditunggu postingan selanjutnya ya cantik

    BalasHapus
  8. waduh.. repot juga kalo orang-orang non-psikologi itu makin banyak muncul untuk hal psikologi di internet~

    BalasHapus
  9. blog ini sudah cukup bagus, dan menambah infomasi baru bagi saya. tulisan yang di tulis juga sangat mendidik, pertahankan kerapihan dan kreatifitas dalam menulis dalam blog :)

    BalasHapus

 

DINKY'S BLOG Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang